Kamis, 04 Oktober 2018

Tugas Teknologi pengendalian hayati dan pengelolaan habitat

TEK. PENGENDALIAN HAYATI & PENG. HABITAT






OLEH
FRANSISKUS S. SYUKUR
NIM : 2016 610 254




PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
ENDE
2018


Pengunaan atau pemanfaatan musuh alami

Pengertian Musuh Alami
adalah organisme yang ditemukan di alam yang dapat membunuh serangga sekaligus, melemahkan serangga, sehingga dapat mengakibatkan kematian pada serangga, dan mengurangi fase reproduktif dari serangga. Musuh alami biasanya mengurangi jumlah populasi serangga, inang atau pemangsa, dengan memakan individu serangga. Untuk beberapa spesies, musuh alami merupakan kekuatan utama yang mengatur dinamika populasi serangga, sehingga penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana musuh alami dapat mempengaruhi populasi serangga untuk mengestimasi pengaruhnya. Untuk menjelaskan kepadatan populasi serangga dan memprediksi terjadinya outbreaks. Dalam pest management program, kita perlu memahami musuh alami untuk memanipulasinya di lapangan sebagai pengendali hama.
Pengertan lain Musuh Alami adalah Suatu mahluk hidup (organisme > Predator, Parasitoid dan Patogen) yang dapat mengendalikan hama penyakit dan gulma (OPT).
Musuh Alami
F Predator atau Pemangsa Adalah binatang (serangga, laba-laba dan binatang lain) yang memburu, memakan sehingga menyebabkan kematian. Kadang-kadang disebut “predator” Pemangsa berguna karena memakan hama tanaman. Semua laba-laba dan capung merupakan contoh pemangsa.
F Parasitoid :
Adalah serangga yang hidup sebagai parasit di dalam atau pada tubuh serangga lain (serangga inang), dan membunuhnya secara pelan-pelan.  Parasitoid berguna karena membunuh serangga hama. Ada beberapa jenis tawon (tabuhan) kecil sebagai parasitoid serangga hama . Parasitoid yang aktif adalah stadia larva sedangkan imago hidup bebas bukan sebagai parasit dan hidupnya dari nectar, embun madu, air dll.
F Patogen
Adalah Mikroorganisme yang dapat memnyebabkan infeksi dan menimbulkan penyakit terhadap OPT. Secara spesifik mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit pada serangga disebut entomopathogen, patogen berguna karena mematikan banyak jenis serangga hama tanaman, seperti jamur, bakteri dan virus. Patogen yang bisa mengendalikan hama dan penyakit disebut sebagai Pestisida Mikroba.
Pemanfaatan Musuh Alami
Pemanfaatan musuh alami untuk mengendalikan populasi hama merupaka cara yang disediakan alam. Penggunaan musuh alami sendiri sudah dikenal ribuan tahun lalu. Masyarakat China menggunakan semut untuk mengendalikan hama pada jeruk sejak abad ke empat.
Beberapa penilitian menunjukkan bahwa keberhasilan penggunaan musuh alami untuk menekan populasi hama bisa lebih dari 50%. Beberapa kelebihan menggunakan musuh alami antara lain:
F Tidak memiliki efek samping yang buruk bagi alam. Penggunaan musuh alami berarti mendukung ekosistem yang ada di alam, dan bukannya merusak alam tapi membantu melestarikannya.
F Tidak ada kata resistensi hama. Tidak seperti penggunaan pestisida yang bisa membuat hama kebal terhadap pestisidanya, musuh alami akan selalu efektif. Laba-laba tetap akan memangsa wereng sampai kapan pun. Hama kutu daun tak akan pernah kebal terhadap serangan kepik.
F Pengendalian dapat berjalan dengan sendirinya. Organisme yang dimanfaatkan sudah ada di alam serta dapat mencari dan menemukan hama dengan sendirinya.
F Biaya yang dikeluarkan relatif lebih murah. Pada pertanian, biaya pengendalian hama merupakan salah satu biaya terbesar karena harga pestisida tidaklah murah. Menggunakan musuh alami dengan membiakkan sendiri organisme pemburu hama, biaya ini bisa ditekan.
Jenis pengendalian
F Pengendalian Alami (Natural Control)
Adalah Proses pengendalian OPT yang berjalan sendiri tanpa ada kesengajaan yang dilakukan oleh manusia.
F Pengendalian Hayati(Biological Control)
Merupakan taktik pengelolaan hama secara sengaja dengan memanfaatkan atau memanipulasi musuh alami/agens hayati untuk menekan atau mengendalikan OPT.
Cara kerja musuh alami
F Predator Memakan mangsanya secara langsung.
F Parasitoid Meletakan telur pada tubuh hewan sasaran, kemudian setelah menetas larvanya menghisap cairan tubuh hewan sasaran tersebut hingga mati.
F Patogen Jamur tersebut masuk kedalam tubuh serangga melalui kulit diantara ruas-ruas tubuh, Mekanisme penetrasinya dimulai dengan pertumbuhan spora pada kutikala Didalam tubuh serangga hifa berkembang dan selanjutnya memasuki pembuluh darah,  melalui beberapa proses lebih lanjut di dalam tubuh menyebabkan kematian serangga.
Contoh musuh alami
Beberapa jenis patogen yang dikenal adalah jamur, virus, nematoda, dan bakteri. Namun di artikel kali ini akan dibahas musuh alami dari golongan predator dan parasitoid.
1.      Predator
F Laba-laba
Perlu diketahui, semua jenis laba-laba merupakan musuh alami. Jadi bila terlihat ada laba-laba di lahan pertanian, sangat direkomendasikan untuk tidak membunuhnya. Ada beberapa jenis laba-laba yang biasa ditemui di lahan pertanian, antara lain Argiope catenulata, Atypena formosana, Lycosa pseudoannulata, Oxyopes javanus Thorell, dan masih banyak lagi. Laba-laba bisa memakan hama serangga apa saja, dari kutu daun, ulat grayak, kupu-kupu, wereng, dll. Seekor laba-laba bisa memakan 5-15 serangga dalam sehari.
F Belalang sembah
Hingga sekarang tercatat ada sekitar 2.400 belalang sembah di alam. Semuanya adalah predator dan pemakan daging. Beberapa jenis bahkan ada yang mau memakan daging dari jari manusia. Sebagian besar tercatat sebagai kanibal yang akan memangsa jenisnya sendiri. Belalang sembah terkenal sebagai predator yang rakus. Ini membuat belalang sembah sebagai musuh alami yang sangat efektif dan menguntungkan.
F Kepik
Kepik sendiri memiliki sekitar 5.000 spesies di bumi. Sebagian besar hidup di daerah tropis, seperti Indonesia. Predator satu ini biasanya memakan hama berupa serangga kecil seperti kutu kebul, kutu daun, thrips dan banyak lagi. Bahkan larva kepik memiliki makanan utama yang serupa dengan kepik dewasa. Seekor kepik dewasa dapat memakan 50-60 aphids dalam sehari.
F Jangkrik
Jangkrik merupakan hewan omnivora. Artinya ia memakan daging dan tumbuhan. Tapi tak perlu khawatir karena jangkrik hanya memakan daun tua yang tidak produktif dan beberapa jenis jamur. Jangkrik sendiri terdiri dari 900 spesies. Jangkrik merupakan musuh alami yang efektif untuk berbagai macam hama. Jangkrik dewasa merupakan pemangsa telur, nimfa dan wereng. Beberapa jenis hama yang menjadi favorit jangkrik adalah telur penggerek batang, ulat grayak, penggulung daun, wereng batag coklat, wereng hijau dan masih banyak lagi.
F Semut
Ada sekitar 12.000 spesies semut yang diketahui. Jenis makanannya pun beragam. Mulai dari nektar tanaman, biji-bijian sampai daging. Semut pemburu akan memburu mangsa berupa hama pertanian, seperti ulat, kutu, kumbang dan berbagai macam serangga lain. Semut api merupakan salah satu semut pemburu. Satu koloni dapat dihuni ribuan semut. Mereka biasa bersarang di bawah tanah kering di antara pematang sawah dan tempat lain.
F Kumbang
Tomcat, Kumbang macan, kumbang tanah, kumbang botol adalah beberapa contoh kumbang yang bermanfaat sebagai musuh alami. Ada lebih dari 350.000 jenis kumbang di dunia. Dan tidak semua merupakan musuh alami. Banyak kumbang juga termasuk hama, dari penggerek batang hingga hama di buah. Kumbang macan sendiri terdiri dari 2.600 spesies dan semua jenis kumbang macan berstatus sebagai predator hama. Maka perlu diperhatikan lagi, mana kumbang yang menyerang tanaman dan mana kumbang yang memakan hama.
Untuk membedakan mana kumbang predator dan mana kumbang hama, dapat dilihat dari bentuk mulutnya. Jika bentuk mulut kumbang seperti jarum yang memanjang, maka dapat dipastikan bahwa kumbang tersebut adalah hama. Jika mulut kumbang berbentuk capit atau tentakel-tentakel pendek, maka kumbang tersebut adalah predator.
F Capung
Capung adalah salah satu predator yang sangat rakus. Seekor capung dewasa bisa mengkonsumsi 30 sampai ratusan wereng dan serangga lain setiap hari. Ada lebih dari 5.000 spesies capung di dunia, dan sebagian besar hidup di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Capung bisa dimanfaatkan petani untuk mengendalikan bermacam-macam hama, terutama di persawahan. Larva capung yang hidup di air akan memangsa wereng yang jatuh ke dalam air atau serangga lain yang ukurannya lebih kecil. Sedangkan capung dewasa akan memangsa hama lain di atas permukaan air, mulai dari wereng hingga kupu-kupu.
2.      Parasitoid
Banyak serangga yang dating ke lahan pertanian untuk berkembang biak. Tapi tak semuanya bertelur di buah, batang atau daun tanaman, beberapa di antaranya justru bertelur di telur, atau tubuh serangga lain. Serangga yang satu ini lah yang disebut parasitoid.
Parasitoid sangat membantu petani untuk mengendalikan hama pertanian. Satu parasitoid akan menaruh puluhan telur pada tubuh inangnya. Ini menyebabkan inang (hama) mati dalam beberapa hari saja.
Parasitoid yang umum ditemui di lahan pertanian Indonesia adalah tawon. Tawon adalah serangga yang termasuk ke dalam ordo Hymenoptera, tapi bukanlah lebah atau pun semut. Ada ribuan jenis tawon tersebar di dunia, dan beberapa jenis tawon juga merupakan predator.
Untuk lebih mengenali mana tawon parasitoid dan mana serangga hama, bisa dilihat dari bentuk bokongnya. Perlu diketahui tawon adalah serangga bersayap yang dapat terbang. Bokong tawon parasitoid berbentuk seperti jarum yang disebut ovipositor. Ovipositor inilah alat untuk menyuntikkan telur parasitoid ke tubuh inangnya (hama).

Ada beberapa jenis tawon parasitoid yang sering terlihat di lahan pertanian. Beberapa di antaranya adalah Rhyssa persuasoria, Coccidiplosis smithi (Felt), Anagyrus greeni How., Leptomastix trilongifasciatus Gir, Euphorus helopeltidis Ferr, Erythmelus helopeltidis Gah., Macrocentrus homonae Nix., Elasmus homonae, Heterospilus coffeicola Schm, Cephalonomia stephanoderis Betr., Prorops nasuta Wat., Crematogaster difformis Sm, Bracon zeuzerae, Carcelia (Senometopia) kockiana Towns., dan lsosturmia chatterjeeana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

jenis penyakit yang menghasilkan satu siklus infeksi permusim

Pada umunya ada tiga jenis penyakit tanaman yang cenderung menghasilkan hanya satu siklus infeksi per musim tanam, yaitu: 1.     Penyakit...