TEK.
PENGENDALIAN HAYATI & PENG. HABITAT
OLEH
FRANSISKUS S.
SYUKUR
NIM : 2016 610
254
PROGRAM STUDI
AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS
PERTANIAN
ENDE
2018
Pengunaan atau
pemanfaatan musuh alami
Pengertian Musuh Alami
adalah organisme
yang ditemukan di alam yang dapat membunuh serangga sekaligus, melemahkan
serangga, sehingga dapat mengakibatkan kematian pada serangga, dan mengurangi
fase reproduktif dari serangga. Musuh alami biasanya mengurangi jumlah populasi
serangga, inang atau pemangsa, dengan memakan individu serangga. Untuk beberapa
spesies, musuh alami merupakan kekuatan utama yang mengatur dinamika populasi
serangga, sehingga penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana musuh alami
dapat mempengaruhi populasi serangga untuk mengestimasi pengaruhnya. Untuk
menjelaskan kepadatan populasi serangga dan memprediksi terjadinya outbreaks.
Dalam pest management program, kita perlu memahami musuh alami untuk
memanipulasinya di lapangan sebagai pengendali hama.
Pengertan lain
Musuh Alami adalah Suatu mahluk hidup
(organisme > Predator, Parasitoid dan Patogen) yang dapat mengendalikan hama
penyakit dan gulma (OPT).
Musuh Alami
F Predator atau Pemangsa Adalah
binatang (serangga, laba-laba dan binatang lain) yang memburu, memakan sehingga
menyebabkan kematian. Kadang-kadang disebut “predator” Pemangsa berguna karena
memakan hama tanaman. Semua laba-laba dan capung merupakan contoh pemangsa.
F Parasitoid :
Adalah
serangga yang hidup sebagai parasit di dalam atau pada tubuh serangga lain
(serangga inang), dan membunuhnya secara pelan-pelan. Parasitoid berguna karena membunuh serangga
hama. Ada beberapa jenis tawon (tabuhan) kecil sebagai parasitoid serangga hama
. Parasitoid yang aktif adalah stadia larva sedangkan imago hidup bebas bukan
sebagai parasit dan hidupnya dari nectar, embun madu, air dll.
F Patogen
Adalah
Mikroorganisme yang dapat memnyebabkan infeksi dan menimbulkan penyakit
terhadap OPT. Secara spesifik mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit
pada serangga disebut entomopathogen, patogen berguna karena mematikan banyak
jenis serangga hama tanaman, seperti jamur, bakteri dan virus. Patogen yang
bisa mengendalikan hama dan penyakit disebut sebagai Pestisida Mikroba.
Pemanfaatan Musuh Alami
Pemanfaatan
musuh alami untuk mengendalikan populasi hama merupaka cara yang disediakan
alam. Penggunaan musuh alami sendiri sudah dikenal ribuan tahun lalu.
Masyarakat China menggunakan semut untuk mengendalikan hama pada jeruk sejak
abad ke empat.
Beberapa
penilitian menunjukkan bahwa keberhasilan penggunaan musuh alami untuk menekan
populasi hama bisa lebih dari 50%. Beberapa kelebihan menggunakan musuh alami
antara lain:
F Tidak memiliki efek samping
yang buruk bagi alam. Penggunaan musuh alami berarti mendukung ekosistem yang
ada di alam, dan bukannya merusak alam tapi membantu melestarikannya.
F Tidak ada kata resistensi
hama. Tidak seperti penggunaan pestisida yang bisa membuat hama kebal terhadap
pestisidanya, musuh alami akan selalu efektif. Laba-laba tetap akan memangsa
wereng sampai kapan pun. Hama kutu daun tak akan pernah kebal terhadap serangan
kepik.
F Pengendalian dapat berjalan
dengan sendirinya. Organisme yang dimanfaatkan sudah ada di alam serta dapat
mencari dan menemukan hama dengan sendirinya.
F Biaya yang dikeluarkan
relatif lebih murah. Pada pertanian, biaya pengendalian hama merupakan salah
satu biaya terbesar karena harga pestisida tidaklah murah. Menggunakan musuh
alami dengan membiakkan sendiri organisme pemburu hama, biaya ini bisa ditekan.
Jenis pengendalian
F Pengendalian Alami (Natural
Control)
Adalah
Proses pengendalian OPT yang berjalan sendiri tanpa ada kesengajaan yang
dilakukan oleh manusia.
F Pengendalian
Hayati(Biological Control)
Merupakan
taktik pengelolaan hama secara sengaja dengan memanfaatkan atau memanipulasi
musuh alami/agens hayati untuk menekan atau mengendalikan OPT.
Cara kerja musuh alami
F Predator Memakan mangsanya
secara langsung.
F Parasitoid Meletakan telur
pada tubuh hewan sasaran, kemudian setelah menetas larvanya menghisap cairan
tubuh hewan sasaran tersebut hingga mati.
F Patogen Jamur tersebut masuk
kedalam tubuh serangga melalui kulit diantara ruas-ruas tubuh, Mekanisme
penetrasinya dimulai dengan pertumbuhan spora pada kutikala Didalam tubuh
serangga hifa berkembang dan selanjutnya memasuki pembuluh darah, melalui beberapa proses lebih lanjut di dalam
tubuh menyebabkan kematian serangga.
Contoh musuh alami
Beberapa jenis
patogen yang dikenal adalah jamur, virus, nematoda, dan bakteri. Namun di
artikel kali ini akan dibahas musuh alami dari golongan predator dan parasitoid.
1.
Predator
F Laba-laba
Perlu diketahui, semua jenis laba-laba merupakan musuh alami.
Jadi bila terlihat ada laba-laba di lahan pertanian, sangat direkomendasikan
untuk tidak membunuhnya. Ada beberapa jenis laba-laba yang biasa ditemui di
lahan pertanian, antara lain Argiope catenulata, Atypena formosana, Lycosa
pseudoannulata, Oxyopes javanus Thorell, dan masih banyak lagi. Laba-laba bisa
memakan hama serangga apa saja, dari kutu daun, ulat grayak, kupu-kupu, wereng,
dll. Seekor laba-laba bisa memakan 5-15 serangga dalam sehari.
F Belalang sembah
Hingga sekarang tercatat ada sekitar 2.400 belalang sembah di
alam. Semuanya adalah predator dan pemakan daging. Beberapa jenis bahkan ada
yang mau memakan daging dari jari manusia. Sebagian besar tercatat sebagai
kanibal yang akan memangsa jenisnya sendiri. Belalang sembah terkenal sebagai
predator yang rakus. Ini membuat belalang sembah sebagai musuh alami yang
sangat efektif dan menguntungkan.
F Kepik
Kepik sendiri memiliki sekitar 5.000 spesies di bumi.
Sebagian besar hidup di daerah tropis, seperti Indonesia. Predator satu ini
biasanya memakan hama berupa serangga kecil seperti kutu kebul, kutu daun,
thrips dan banyak lagi. Bahkan larva kepik memiliki makanan utama yang serupa
dengan kepik dewasa. Seekor kepik dewasa dapat memakan 50-60 aphids dalam
sehari.
F Jangkrik
Jangkrik merupakan hewan omnivora. Artinya ia memakan daging
dan tumbuhan. Tapi tak perlu khawatir karena jangkrik hanya memakan daun tua
yang tidak produktif dan beberapa jenis jamur. Jangkrik sendiri terdiri dari
900 spesies. Jangkrik merupakan musuh alami yang efektif untuk berbagai macam
hama. Jangkrik dewasa merupakan pemangsa telur, nimfa dan wereng. Beberapa
jenis hama yang menjadi favorit jangkrik adalah telur penggerek batang, ulat
grayak, penggulung daun, wereng batag coklat, wereng hijau dan masih banyak
lagi.
F Semut
Ada sekitar 12.000 spesies semut yang diketahui. Jenis
makanannya pun beragam. Mulai dari nektar tanaman, biji-bijian sampai daging.
Semut pemburu akan memburu mangsa berupa hama pertanian, seperti ulat, kutu,
kumbang dan berbagai macam serangga lain. Semut api merupakan salah satu semut
pemburu. Satu koloni dapat dihuni ribuan semut. Mereka biasa bersarang di bawah
tanah kering di antara pematang sawah dan tempat lain.
F Kumbang
Tomcat, Kumbang macan, kumbang tanah, kumbang botol adalah
beberapa contoh kumbang yang bermanfaat sebagai musuh alami. Ada lebih dari
350.000 jenis kumbang di dunia. Dan tidak semua merupakan musuh alami. Banyak
kumbang juga termasuk hama, dari penggerek batang hingga hama di buah. Kumbang
macan sendiri terdiri dari 2.600 spesies dan semua jenis kumbang macan
berstatus sebagai predator hama. Maka perlu diperhatikan lagi, mana kumbang
yang menyerang tanaman dan mana kumbang yang memakan hama.
Untuk membedakan mana kumbang predator dan mana kumbang hama,
dapat dilihat dari bentuk mulutnya. Jika bentuk mulut kumbang seperti jarum
yang memanjang, maka dapat dipastikan bahwa kumbang tersebut adalah hama. Jika
mulut kumbang berbentuk capit atau tentakel-tentakel pendek, maka kumbang
tersebut adalah predator.
F Capung
Capung
adalah salah satu predator yang sangat rakus. Seekor capung dewasa bisa
mengkonsumsi 30 sampai ratusan wereng dan serangga lain setiap hari. Ada lebih
dari 5.000 spesies capung di dunia, dan sebagian besar hidup di Asia Tenggara,
termasuk Indonesia. Capung bisa dimanfaatkan petani untuk mengendalikan
bermacam-macam hama, terutama di persawahan. Larva capung yang hidup di air
akan memangsa wereng yang jatuh ke dalam air atau serangga lain yang ukurannya
lebih kecil. Sedangkan capung dewasa akan memangsa hama lain di atas permukaan
air, mulai dari wereng hingga kupu-kupu.
2.
Parasitoid
Banyak serangga yang dating ke lahan pertanian untuk
berkembang biak. Tapi tak semuanya bertelur di buah, batang atau daun tanaman,
beberapa di antaranya justru bertelur di telur, atau tubuh serangga lain.
Serangga yang satu ini lah yang disebut parasitoid.
Parasitoid sangat membantu petani untuk mengendalikan hama
pertanian. Satu parasitoid akan menaruh puluhan telur pada tubuh inangnya. Ini
menyebabkan inang (hama) mati dalam beberapa hari saja.
Parasitoid yang umum ditemui di lahan pertanian Indonesia
adalah tawon. Tawon adalah serangga yang termasuk ke dalam ordo Hymenoptera,
tapi bukanlah lebah atau pun semut. Ada ribuan jenis tawon tersebar di dunia,
dan beberapa jenis tawon juga merupakan predator.
Untuk lebih mengenali mana tawon parasitoid dan mana serangga
hama, bisa dilihat dari bentuk bokongnya. Perlu diketahui tawon adalah serangga
bersayap yang dapat terbang. Bokong tawon parasitoid berbentuk seperti jarum
yang disebut ovipositor. Ovipositor inilah alat untuk menyuntikkan telur
parasitoid ke tubuh inangnya (hama).
Ada beberapa jenis tawon parasitoid yang sering terlihat di
lahan pertanian. Beberapa di antaranya adalah Rhyssa persuasoria, Coccidiplosis
smithi (Felt), Anagyrus greeni How., Leptomastix trilongifasciatus Gir,
Euphorus helopeltidis Ferr, Erythmelus helopeltidis Gah., Macrocentrus homonae
Nix., Elasmus homonae, Heterospilus coffeicola Schm, Cephalonomia stephanoderis
Betr., Prorops nasuta Wat., Crematogaster difformis Sm, Bracon zeuzerae,
Carcelia (Senometopia) kockiana Towns., dan lsosturmia chatterjeeana.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar