Pada
umunya ada tiga jenis penyakit tanaman yang cenderung menghasilkan hanya satu
siklus infeksi per musim tanam, yaitu:
1.
Penyakit-penyakit
Pascapanen
Tidak semua penyakit pascapenen menghasilkan epidemik yang
monosiklik, tetapi dalam banyak hal infeksi yang menyebabkan busuk pada
penyimpanan dapat berawal dari pertanaman sebelum panen atau terjadi pada saat
panen atau pada penanganan pascapanen sebelum produk tersebut dimasukkan dalam
penyimpanan. Proses pembusukan berlangsung selama di penyimpanan dan inokulum
baru dapat dihasilkan terus-menerus. Akan tetapi infeksi baru tidak akan
terjadi di penyimpanan, kecuali jika penanganan produk dalam penyimpanan tidak
dilakukan dengan hati-hati, maka inokulum bisa menyebar dan menginfeksi produk
jika terjadi pelukaan. Perlu diketahui bahwa pathogen tersebut pada prinsipnya
bukan monosiklik, hanya karena faktor lingkungan, sehingga menghasilkan hanya
satu siklus infeksi. Pada lingkungan lain patogen yang sama dapat menghasilkan
epidemik yang polisiklik.
2.
Penyakit-penyakit
Disebabkan oleh Pathogen Tular Tanah.
Banyak penyakit seperti busuk akar, layu, dan lain-lain yang
disebabkan oleh patogen tular tanah, juga hanya menghasilkan satu siklus
infeksi per musim tanam. Inokulum pada umumnya mempunyai struktur untuk
bertahan terhadap kekeringan atau suhu yang sangat rendah, misalnya sklerotia,
klamidospora, atau oospora di dalam tanah, atau miselium pada sisa-sisa
tanaman. Inokulum ini menyebar di dalam tanah melalui pembajakan dan pembolakan
tanah. Begitu akar-akar dari tanaman yang baru ditanam mulai tumbuh,
propagul-propagul dalam tanah akan mulai aktif dan menginfeksi akar tersebut.
Perkembangan epidemik hanya menyelesaikan satu siklus infeksi dalam satu tahun.
Tentu saja tidak semua patogen tular tanah menyebabkan epidemic monosiklik dan
kita harus mengerti benar siklus hidup dari setiap patogen sebelum kita membuat
kesimpulan mengenai epidemiologinya.
3.
Penyakit Karat Tanpa
Urediniospora (Demisiklik)
Beberapa penyakit karat tidak menghasilkan urediniospora
pada satu inang dan inokulum yang dihasilkan pada satu spesies inang harus
menginfeksi spesies inang yang berbeda alternate host). Pergantian inang
kelihatannya telah terjadi sebagai adaptasi patogen terhadap siklus hidup dari
inang yang tahunan dan kita melihat adanya satu siklus penyakit pada setiap
inang dalam setahun. Sebagai contoh adalah penyakit karat pada apel dan cedar,
di mana semua inokulum yang menginfeksi apel datang dari red cedar dan semua
inokulum yang menginfeksi red cedar datang dari daun dan buah appel. Epidemic
pada apel terjadi selama empat sampai enam minggu dari produksi basidiospora
pada musim semi. Epidemik monosiklik yang kedua pada red cedar terjadi selama
periode singkat dari produksi aeciospora pada akhir musim panas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar