1.
Review materi
Perspektif
sejarah epidemoilogi penyakit tumbuhan yang menggemparkan sejarah dunia, hawar
lambat kentang (potato late blight)
yang disebabkan phytoptora infestans
di Irlandia. Yang menyebabkan 1 juta orang Irlandia meninggal dunia karena
kekurangan bahan makanan pokok yaitu kentang. Disisi lain 2 juta warga
negaranya berimigrasi ke Amerika Serikat dan Kanada untuk menghindari masalah
itu. Alasan yang sangat kuat dari warga negara itu untuk berimigrasi adalah :
1) kekurangan bahan pangan pokok, 2) situasi politik yang tidak sehat, 3)
peningkatan jumlah penduduk 4juta-8 juta pada Tahun (1800-1845).
Di
Jerman hawar ini juga menyerang pada tahun (1916), sejalan penyerangan hawar
ini, ilmuwan menemukan penawar untuk mengendalikan hawar ini yaitu bubur bordo
(bordeaux mixture).
Di
negara lainnya yaitu di Sri Lanka, karat pada tanaman kopi disebabkan jamur hemileia vastarix , pengaplikasiannya
digunakan dengan aplikasi kapur-belerang.
Di
Indonesia juga epidemiologi ini ada, meskepun tidak masuk nominasi yang
menggemparkan sejarah dunia epidemiologi dunia karena tidak menyebkan kekurang
bahan pangan. Tetapi, mempengaruhi arah pembangunan pertanian di tanah air.
Diantaranya adalah; 1) cacar daun the oleh Basidium vexans,
2) penyakit darah pada pisang oleh oleh
Fusarium sp., 3) penyakit tungro pada padi oleh virus RTSV (Rice tungro
spherical virus) yang ditularkan oleh Wereng hijau (Nilaperfata lugens),
4) penyakit CPVD (Citrus Vein Phloem
Degeneration) pada jeruk keprok oleh mikoplasma,
5) Penyakit hawar daun apel oleh jamur Marsonina
coronnata, 6) penyakit busuk akar jeruk soe
oleh Phytophtora nicotianae, 7) penyakit busuk batang vanili oleh Fusarium oxysporum
Pelajaran yang Dapat Dipetik dari peristiwa diatas adalah, Penyakit tumbuhan yang
biasanya tidak menimbulkan kerusakan, dalam keadaan tertentu dapat berkembang
dengan cepat dan merusakan tanaman dalam areal yang luas, Perkembangan
penyakit yang meningkat secara drastis terjadi bila keadaan lingkungan
mendukung perkembangannya, terutama faktor lingkungan cuaca, dan tersedianya
tanaman inang rentan dalam areal yang luas. Bencana yang timbul sebagai akibat
dari perkembangan penyakit tumbuhan terjadi karena pengendalian terlambat
dilakukan atau jika dilakukan, tidak didasarkan atas pemahaman yang memadai
mengenai faktor yang menentukan perkembangan penyakit yang bersangkutan.
2.
Jelaskan bagaimana
terjadi penyakit tanaman?
Jawab : Penyebab
penyakit pada tanaman terdiri dari dua faktor yaitu;
·
faktor abiotik (tak
hidup) antara lain kekurangan atau kelebihan unsur hara, kekurangan atau
kelebihan air, sinar matahari, temperatur.
·
faktor biotik.
Penyebab penyakit dari faktor biotik antara lain; cendawan, bakteri, virus.
3.
Unsur yang terlibat
dalam epidemologi penyakit?
Jawab : Unsur
Lingkungan
·
Aspek-aspek Lingkungan
yaitu; Ruang, Waktu, Kualitas, Fisik, Kimia, Biotik, Aspek Fisik.
·
Aspek Angin dari
Lingkungan
Angin
berperanan penting didalam proses penyebaran patogen dan proses infeksi. Kebanyakan
patogen penyakit tanaman penting, penyebarannya tergantung pada angin baik
secara langsung maupun tidak dengan melalui penyebaran vektornya. Beberapa
spora, misalnya zoosporangia, basidiospora, dan beberapa konidia tidak mampu
bertahan hidup di dalam penyebaran jarak jauh dengan melalui angin. Sedangkan
lainnya seperti uredospora dan konidia dari berbagai jenis cendawan dapat
bertahan di dalam penyebaran jarak jauh dengan angin. Angin menjadi lebih
penting di dalam penyebaran patogen jika dibarengi dengan hujan (kelembaban
tinggi). Hujan dengan angin kencang membantu terlepasnya inokulum cendawan dan
bakteri dari bagian tanaman sakit dan kemudian terbawa ke tanaman sehat yang
juga permukaannya lembab sehingga membantu perkecambahan propoagul tersebut.
Angin juga dapat menimbulkan luka pada permukaan tanaman karena adanya
pergesekan antar tanaman atau bagian-bagian tanaman yang merupakan jalan masuk
patogen seperti bakteri, cendawan, dan juga virus (yang dapat menyebar secara
mekanik). Akan tetapi angin dapat pula mencegah terjadinya infeksi, karena
dengan adanya angin maka permukaan tanaman dapat menjadi kering dengan lebih
cepat, sehingga tidak cukup waktu bagi spora untuk berkecambah dan melakukan
penetrasi sebelum mati kekeringan.
·
Air
Pengaruh air adalah sangat besar
terhadap epidemik walaupun pengaruh langsungnya pada tanaman diabaikan. Banyak
proses epidemiologi berkaitan dengan air bebas. Air bebas tiba pada permukaan
daun dengan melalui hujan, irigasi, eksudasi, dan kondensasi.
Hujan mempunyai butiran air antara 0.2
sampai 4 mm. Titik air yang jatuh menimpa daun dengan impak tertentu yang
membantu penyebaran spora. Air bebas pada permukaan daun dapat mempengaruhi
cendawan dengan berbagai cara. Dapat merangsang atau menyetop pembentukan dan perkecambahan
spora. Pada banyak species Ascomycetes, perithesia pada tanaman atau sisa-sisa
tanaman mulai melepaskan askosporanya ketika substrat telah basah secara
menyeluruh oleh hujan dengan curah hujan sekurang-kurangnya 0,5 mm. Kebanyakan
spora cendawan membutuhkan air bebas untuk perkecambahannya, tetapi konidiofora
dari penyakit powdery mildew sering terhambat oleh adanya air bebas pada daun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar