Rabu, 27 Maret 2019

Review Materi sejarah Epidemiologi

1.     Review materi
Perspektif sejarah epidemoilogi penyakit tumbuhan yang menggemparkan sejarah dunia, hawar lambat kentang (potato late blight) yang disebabkan phytoptora infestans di Irlandia. Yang menyebabkan 1 juta orang Irlandia meninggal dunia karena kekurangan bahan makanan pokok yaitu kentang. Disisi lain 2 juta warga negaranya berimigrasi ke Amerika Serikat dan Kanada untuk menghindari masalah itu. Alasan yang sangat kuat dari warga negara itu untuk berimigrasi adalah : 1) kekurangan bahan pangan pokok, 2) situasi politik yang tidak sehat, 3) peningkatan jumlah penduduk 4juta-8 juta pada Tahun (1800-1845).
Di Jerman hawar ini juga menyerang pada tahun (1916), sejalan penyerangan hawar ini, ilmuwan menemukan penawar untuk mengendalikan hawar ini yaitu bubur bordo (bordeaux mixture).
Di negara lainnya yaitu di Sri Lanka, karat pada tanaman kopi disebabkan jamur hemileia vastarix , pengaplikasiannya digunakan dengan aplikasi kapur-belerang.
Di Indonesia juga epidemiologi ini ada, meskepun tidak masuk nominasi yang menggemparkan sejarah dunia epidemiologi dunia karena tidak menyebkan kekurang bahan pangan. Tetapi, mempengaruhi arah pembangunan pertanian di tanah air. Diantaranya adalah; 1) cacar daun the oleh Basidium vexans, 2) penyakit darah pada pisang oleh oleh Fusarium sp., 3) penyakit tungro pada padi oleh virus RTSV (Rice tungro spherical virus) yang ditularkan oleh Wereng hijau (Nilaperfata lugens), 4) penyakit CPVD (Citrus Vein Phloem Degeneration) pada jeruk keprok oleh mikoplasma, 5) Penyakit hawar daun apel oleh jamur Marsonina coronnata, 6) penyakit busuk akar jeruk soe oleh Phytophtora nicotianae, 7) penyakit busuk batang vanili oleh Fusarium oxysporum
Pelajaran yang Dapat Dipetik dari peristiwa diatas adalah, Penyakit tumbuhan yang biasanya tidak menimbulkan kerusakan, dalam keadaan tertentu dapat berkembang dengan cepat dan merusakan tanaman dalam areal yang luas,  Perkembangan penyakit yang meningkat secara drastis terjadi bila keadaan lingkungan mendukung perkembangannya, terutama faktor lingkungan cuaca, dan tersedianya tanaman inang rentan dalam areal yang luas. Bencana yang timbul sebagai akibat dari perkembangan penyakit tumbuhan terjadi karena pengendalian terlambat dilakukan atau jika dilakukan, tidak didasarkan atas pemahaman yang memadai mengenai faktor yang menentukan perkembangan penyakit yang bersangkutan. 
2.     Jelaskan bagaimana terjadi penyakit tanaman?
Jawab : Penyebab penyakit pada tanaman terdiri dari dua faktor yaitu;
·        faktor abiotik (tak hidup) antara lain kekurangan atau kelebihan unsur hara, kekurangan atau kelebihan air, sinar matahari, temperatur.
·        faktor biotik. Penyebab penyakit dari faktor biotik antara lain; cendawan, bakteri, virus.
3.     Unsur yang terlibat dalam epidemologi penyakit?
Jawab : Unsur Lingkungan
·        Aspek-aspek Lingkungan yaitu; Ruang, Waktu, Kualitas, Fisik, Kimia, Biotik, Aspek Fisik.
·        Aspek Angin dari Lingkungan
Angin berperanan penting didalam proses penyebaran patogen dan proses infeksi. Kebanyakan patogen penyakit tanaman penting, penyebarannya tergantung pada angin baik secara langsung maupun tidak dengan melalui penyebaran vektornya. Beberapa spora, misalnya zoosporangia, basidiospora, dan beberapa konidia tidak mampu bertahan hidup di dalam penyebaran jarak jauh dengan melalui angin. Sedangkan lainnya seperti uredospora dan konidia dari berbagai jenis cendawan dapat bertahan di dalam penyebaran jarak jauh dengan angin. Angin menjadi lebih penting di dalam penyebaran patogen jika dibarengi dengan hujan (kelembaban tinggi). Hujan dengan angin kencang membantu terlepasnya inokulum cendawan dan bakteri dari bagian tanaman sakit dan kemudian terbawa ke tanaman sehat yang juga permukaannya lembab sehingga membantu perkecambahan propoagul tersebut. Angin juga dapat menimbulkan luka pada permukaan tanaman karena adanya pergesekan antar tanaman atau bagian-bagian tanaman yang merupakan jalan masuk patogen seperti bakteri, cendawan, dan juga virus (yang dapat menyebar secara mekanik). Akan tetapi angin dapat pula mencegah terjadinya infeksi, karena dengan adanya angin maka permukaan tanaman dapat menjadi kering dengan lebih cepat, sehingga tidak cukup waktu bagi spora untuk berkecambah dan melakukan penetrasi sebelum mati kekeringan.
·        Air
Pengaruh air adalah sangat besar terhadap epidemik walaupun pengaruh langsungnya pada tanaman diabaikan. Banyak proses epidemiologi berkaitan dengan air bebas. Air bebas tiba pada permukaan daun dengan melalui hujan, irigasi, eksudasi, dan kondensasi.
Hujan mempunyai butiran air antara 0.2 sampai 4 mm. Titik air yang jatuh menimpa daun dengan impak tertentu yang membantu penyebaran spora. Air bebas pada permukaan daun dapat mempengaruhi cendawan dengan berbagai cara. Dapat merangsang atau menyetop pembentukan dan perkecambahan spora. Pada banyak species Ascomycetes, perithesia pada tanaman atau sisa-sisa tanaman mulai melepaskan askosporanya ketika substrat telah basah secara menyeluruh oleh hujan dengan curah hujan sekurang-kurangnya 0,5 mm. Kebanyakan spora cendawan membutuhkan air bebas untuk perkecambahannya, tetapi konidiofora dari penyakit powdery mildew sering terhambat oleh adanya air bebas pada daun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

jenis penyakit yang menghasilkan satu siklus infeksi permusim

Pada umunya ada tiga jenis penyakit tanaman yang cenderung menghasilkan hanya satu siklus infeksi per musim tanam, yaitu: 1.     Penyakit...