TUGAS PAPER
EPIDEMIOLOGI PENYAKIT
TAN. LAH. KERING
FRANSISKUS S. SYUKUR
NIM : 2016 610 254
PROGRAM STUDI
AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
ENDE
2019
BAB I
1. Latar Belakang
Fenomena dimana patogen menyebar dan menyerang banyak individu dalam suatu populasi pada area yang relatif luas dan dalam waktu yang relatif singkat disebut epidemik. Epidemik sering pula didefinisikan sebagai peningkatan serangan penyakit pada suatu populasi. Cabang ilmu penyakit tanaman (fitopatologi) yang membahas mengenai epidemik dan faktor-faktor yang mempengaruhinya disebut epidemiologi yang biasa pula disebut epifitotik. Epidemik sebenarnya setiap tahunnya terjadi pada kebanyakan tanaman diseluruh dunia, hanya cakupannya terbatas dan menyebabkan kehilangan yang tidak berarti karena dibatasi oleh baik faktor-faktor alami maupun penyemprotan pestisida atau teknik pengendalian lainnya. Akan tetapi kadang kala ada epidemik yang terjadi secara tiba-tiba dengan tingkat serangan yang dahsyat pada species tanaman tertentu, sehingga sukar untuk dikendalian. Berikut diberikan satu contoh epidemik penyakit tanaman yang telah menyebabkan kerugian besar pada petani dan merupakan musibah besar bagi suatu negara.
Fenomena dimana patogen menyebar dan menyerang banyak individu dalam suatu populasi pada area yang relatif luas dan dalam waktu yang relatif singkat disebut epidemik. Epidemik sering pula didefinisikan sebagai peningkatan serangan penyakit pada suatu populasi. Cabang ilmu penyakit tanaman (fitopatologi) yang membahas mengenai epidemik dan faktor-faktor yang mempengaruhinya disebut epidemiologi yang biasa pula disebut epifitotik. Epidemik sebenarnya setiap tahunnya terjadi pada kebanyakan tanaman diseluruh dunia, hanya cakupannya terbatas dan menyebabkan kehilangan yang tidak berarti karena dibatasi oleh baik faktor-faktor alami maupun penyemprotan pestisida atau teknik pengendalian lainnya. Akan tetapi kadang kala ada epidemik yang terjadi secara tiba-tiba dengan tingkat serangan yang dahsyat pada species tanaman tertentu, sehingga sukar untuk dikendalian. Berikut diberikan satu contoh epidemik penyakit tanaman yang telah menyebabkan kerugian besar pada petani dan merupakan musibah besar bagi suatu negara.
2. Tujuan
menyoroti peristiwa-peristiwa penting yang
mempengaruhi epidemiologi, mulai dari konsep-konsep epidemiologi yang
dikemukakan Hippocrates, peristiwa wabah yang disebut The Black Death, hingga
penemuan desain baru riset epidemiologi pada pertengahan abad ke 20, yakni
desain studi kasus kontrol dan kohor, untuk menjawab masalah pergeseran pola
penyakit infeksi ke arah penyakit non-infeksi.
BAB II
LANDASAN TEORI
1.
Empedocles (490–430 SM).
Empedocles adalah seorang
filsuf pra-Socrates, dokter, sastrawan, dan orator Yunani, yang tinggal di
Agrigentum, sebuah kota di Sisilia Para ahli sejarah menemukan sekitar 450
baris puisi karyanya yang ditulis pada daun papirus. Dari kumpulan puisi itu
diketahui bahwa Empedocles memiliki pandangan tentang berbagai isu yang
berhubungan dengan biologi modern, khususnya biologi genetik dan molekuler
tentang terjadinya kehidupan, fisiologi komparatif dan eksperimental, biokimia,
dan ensimologi (Stathakou et al., 2007; Wikipedia, 2010emp). Lebih khusus,
Empedocles adalah penggagas teori Kosmogenik Empat Elemen/ Akar Klasik
(Classical Roots):
bumi, api, air, dan udara. Menurut Empedocles, tumbuhan, binatang,
termasuk manusia, diciptakan dari empat elemen itu. Jika dikombinasikan dengan
cara yang berbeda, maka kombinasi itu akan menghasilkan aneka ragam spesies
tumbuhan dan binatang di muka bumi. Campuran keempat elemen itu merupakan basis
biologi genetik dan herediter yang terwujud dalam organ atau bagian tubuh
manusia (Stathakou et al., 2007; Wikipedia, 2010emp).
Di bagian lain puisi Empedocles menunjukkan, dia telah mempraktikkan
epidemiologi terapan. Pada masa itu penduduk sebuah kota dekat dengan
Agrigentum, yaitu Selinunta, tengah dilanda epidemi penyakit dengan gejala
panas seperti malaria. Empedocles mendeteksi, penyebabnya terletak pada
genangan air dan rawa yang berisi air terkontaminasi. Empedocles mengatasi
masalah itu dengan membuka kanal (terusan) dan mengosongkan genangan air ke
laut. Dengan membuka dua sungai besar dan menghubungkannya dengan laut,
mengeringkan rawa, Empedocles berhasil menurunkan epidemi yang menjangkiti
penduduk Selinunta. Empedocles berhasil membuat Selinunta sebuah kota sehat
dengan sistem irigasi yang dibiayainya. Karya sanitasi ini bisa dipandang
sebagai Projek Kesehatan Masyarakat pertama di muka bumi (Stathakou et al.,
2007).
2.
Aristoteles (384-322 SM).
Aristoteles adalah seorang
filsuf dan ilmuwan Yunani, berasal dari Stagira. Anak seorang dokter,
Aristoteles merupakan murid Plato. Tetapi berbeda dengan gurunya dalam
penggunaan metode untuk mencari pengetahuan, Aristoteles berkeyakinan, seorang
dapat dan harus mempercayai panca-indera di dalam mengivestigasi pengetahuan
dan realitas. Aristoteles merupakan filsuf dan ilmuwan serba-bisa. Tulisannya
mencakup aneka subjek. Tulisan resminya tentang anatomi manusia tidak
diketemukan, tetapi banyak karyanya tentang binatang menunjukkan bahwa dia
telah menggunakan pengamatan langsung dan perbandingan anatomis antar spesies
melalui diseksi (penyayatan). Aristoteles memberikan fondasi bagi metode
ilmiah.
Di sisi lain Aristoteles juga melakukan sejumlah kekeliruan. Dia
mengkompilasi dan memperluas karya para filsuf alam Yunani sebelumnya, dan
merumuskan hipotesis bahwa materi mati dapat ditransformasikan secara spontan
oleh alam menjadi binatang hidup, dan proses itu bisa terjadi di mana saja
dalam kehidupan sehari-hari. Teori itu disebut Generasi Spontan (spontaneous
generation‖, equivocal generation‖, abiogenesis), yang bertolak belakang dengan
teori univocal generation‖ (teori reproduksi, biogenesis) bahwa kehidupan
berasal dari reproduksi benda hidup. Sampai duaratus tahun yang lampau sebagian
ilmuwan klasik percaya kepada vitalisme, suatu gagasan bahwa materi mati
seperti kotoran, rumput mati, daging yang membusuk, memiliki vitalitas di
dalamnya, yang memungkinkan terciptanya kehidupan sederhana‖ secara spontan
(Genesis Park, 2001; Wikipedia, 2010aris).
Humoralisme. Humoralisme atau Humorisme adalah teori yang
menjelaskan bahwa tubuh manusia diisi atau dibentuk oleh empat bahan dasar yang
disebut humor (cairan). Keempat humor itu adalah empedu hitam, empedu kuning,
flegma (lendir), dan darah (Gambar 2). Pada orang yang sehat, keempat humor
berada dalam keadaan seimbang. Sebaliknya semua penyakit disebabkan oleh
ketidakseimbangan humor, sebagai akibat dari kelebihan atau kekurangan salah
Prof. dr. Bhisma Murti, MPH, MSc, PhD Sejarah Epidemiologi satu dari keempat
humor itu. Defisit itu bisa disebabkan oleh uap yang dihirup atau diabsorbsi
oleh tubuh (Wikipedia, 2010h).
3.
Hippocrates (377-260 SM).
Hippocrates adalah seorang filsuf dan dokter Yunani pasca-Socrates,
yang dikenal sebagai Bapak Kedokteran Modern. Hippocrates telah membebaskan
hambatan filosofis cara berpikir orang-orang pada zaman itu yang bersifat
spekulatif dan superstitif (tahayul) dalam memandang kejadian penyakit.
Hippocrates memberikan kontribusi besar dengan konsep kausasi penyakit yang
dikenal dalam epidemiologi dewasa ini, bahwa penyakit terjadi karena interaksi
antara host-agent-environment‘ (penjamu-agen-lingkungan). Dalam bukunya yang
"On Airs, Waters and Places" (Tentang Udara, Air, dan Tempat‖) yang diterjemahkan
Francis Adam, Hipoccrates mengatakan, penyakit terjadi karena kontak dengan
jazad hidup, dan berhubungan dengan lingkungan eksternal maupun internal
seseorang
(Rocket, 1999; Bannis &
Assocatiates, 2001; Grammaticos dan Diamantis, 2003; Saracci, 2010).
Pandangan Hippocrates tentang kausa penyakit dipengaruhi oleh
filsafat Empat Elemen dan Humoralisme Yunani kuno. Sebagai contoh, Hippocrates
menegaskan peran penting iklim, sifat-sifat udara, angin, kualitas udara dan
air, bagi kesehatan. Sebuah kutipan dari buku itu menyebutkan, ―Whoever wishes
to investigate medicine properly should proceed thus: in the first place to
consider the seasons of the year, and what effects each of them produces. Then
the winds,the hot and the cold, especially such as are common to all countries,
and then such as are peculiar to each locality…‖ Artinya, siapapun yang ingin
mempelajari ilmu kedokteran dengan benar hendaknya melakukan langkah-langkah
sebagai berikut: pertama-tama pertimbangkan musim sepanjang tahun dan efek yang
dihasilkannya. Lalu angin, yang panas maupun dingin, terutama yang dialami oleh
semua negara, lalu yang dialami secara khusus oleh daerah setempat (Rocket,
1999; Bannis & Assocatiates, 2001; Grammaticos dan Diamantis, 2003;
Saracci, 2010).
BAB
III
PEMBAHASAN
1.
Adapun beberapa pengertian
Epidemi sebagai berikut :
1.
Epidemiologi adalah :
pengetahuan tentang patogen dalam tingkat populasi (Van der Plank, 1963)
2.
Epidemiologi adalah : ilmu
tentang populasi patogen di dalam populasi tanaman inang dan penyakit yang
ditimbulkan dibawah pengaruh faktor lingkungan dan campur tangan manusia
(Jurgen Kranz, 1974)
3.
Epidemiologi adalah : studi
kuantitatif tentang perkembangan penyakit dalam ruang waktu tertentu sebagai
akibat adanya interaksi antara populasi inang patogen yang dipengaruhi oleh
faktor fisik, biotik dan manusia ( Oka, 1992).
4.
Epidemiologi biasanya
menjangkau masa yang lama yang terdiri dari suatu rangkaian siklus infeksi yang
terjadi secara berulang.
2.
Keunggulan dari
epidemiologi adalah Kegunaan
Epidemiologi adalah : untuk memberikan pengertian tentang sifat-sifat pathogen
dalam waktu dan ruang sehingga dapat memberikan pertimbangan untuk mengatur
strategi pengendalian penyakit. Proses epidemiologi terjadi dalam suatu
lingkungan tertentu. Yang dimaksud dengan lingkungan disini adalah semua
komponen yang melingkupi proses
epidemiologi terebut. Lingkungan itu sangat kompleks namun dapat
digolongkan dalam komponen ruang, waktu, biologik dan non-biologik Yang
dimaksud komponen ruang adalah tempat terjadinya suatu proses epidemiologi,
komponen waktu ialah berapa lama proses epidemiologi itu terjadi; komponen
biologik ialah semua spesies biologic desebut juga lingkungan biotic yang mempengaruhi proses
epidemiologi itu, sedangkan komponen nonbiologik disebut juga lingkungan
abiotik ialah semua benda mati yang mempengaruhi proses epidemiologi. Komponen
non-biologik terdiri atas factor fisik dan faktor kimia.
Faktor fisik ialah proses yang dapat dibayangkan sebagai sesuatu
yang mengalir (flux). Sesuatu yang mengalir ni juga memiliki kepadatan tertentu
yang dinyatakan dengan sesuatu dalam jumlah tertentu yang mengalir melalui
suatu permukaan per kesatuan waktu. Misalnya aliran energi, radiasi, aliran gas
(uap air, CO2, sejenis polutan),debu, spora pathogen dan lain-lain. Semua ini
dapat diukur dengan metode dan alat tertentu. Proses fisik yang selalu
berubah-ubah itu mempengaruhi perkembangan epidemic patogen.
Faktor kimia dari lingkungan ialah lingkungan kimia yang terdapatdi
luar tanaman dan yang pada tanaman itu sendiri. Misalnya eksudat yang keluar
dari bagian tanaman mengandung berbagai zat yang dapat digunakan sebagai medium
oleh suat pathogen. Ekskresidari akar dapat merangsang , menekan atau membunuh
nematode. Zat imia yang terdapat diluar tanaman seperti pupuk kimia, zat perangsang
dan fungisida merupakan lingkungan kimia yang melingkupi tanaman. Fungisida
tertentu dapat merangsang pertumbuhan tanaman, sejenis karbamat untuk
mengenalikan penyakit-penyakit daun dapat meningkatkan hasil bila tidak ada
penyakit, sebab umur daun menjadi lebih panjang beberapa hari sehingga lebih
banyak asimilat yang dapat mengisi biji. Fungisida yang demikian memiliki
pengaruh tonik. Pupuk kimia urea yang berlebihan dapat menyebabkan tanama menjadi
lebih rentan terhadap serangan patogen .
3.
Sejarah Perkembangannya di
Indonesia
Lingkungan mikro
yaitu : ruang tingkat sel dan organ tempat terjadinya proses epidemiologi.
Misalnya phylosphere ialah lingkungan mikro dari daun, termasuk lapisa udara
sangat tipis sekelilingnya setebal 1mm .
·
Lingkungan meso yaitu :
lingkungan yang dibentuk oleh tanaman itu sendiri termasuk lingkungan dekat
sekitarnya.
Lingkungan
makro yaitu : udara di atas tanaman itu hingga jauh sampai ke troposphere (16-18
km diatas permukaan laut). Proses epidemiologi yang penting yang dapat terjadi
di lingkungan makro ini misalnya
disperse jarak jauh spora. Misalnya spora penyakit karat daun kopi oleh
Hemileia vastatrix datang ke Indonesia dari Sri Lanka melalui udara mengikuti
aliran angin yang menghancurkan kopi Arabika pada tahun 1845. Demikian juga
penyakit cacar daun teh oleh Exobasidium vexans pada tahun 1944/1945 tiba di
Sri Lanka dari India dan pada tahun 1949 dari Sri Lanka sampai di Sumatra Utara
dan teruske Jawa. Lingkungan makro mempengaruhi lingkungan meso dan lingku ngan
mikro. Pohon-pohon peteduh ikut mempengaruhi lingkungan meso tersebut dalam hal
kelembaban nisbi dan cahaya matahari. Untuk mengendalikan penyakit cacar daun
teh , pohon peteduhnya yaitu: Albizzia ditebang untuk mengurangi kelembaban dan menambah sinar matahari.
BAB IV
PENUTUP
1.
Kesimpulan
Sejarah epidemiologi dimulai pertama kali sejak zaman Hippocrates
yang dikenal sebagai ahli epidemiologi pertama. Selain Hippocrates juga
terdapat beberapa ahli yang berperan dalam sejarah perkembangan epidemiologi.
Adapun tahapan sejarah perkembangan epidemiologi dibagi menjadi tiga yaitu
tahap pengamatan, tahap perhitungan, dan tahap pengkajian. Dalam epidemiologi
juga terdapat berbagai bentuk dan jenis kegiatan yang saling berhubungan antara
satu dengan yang lainnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar